Wednesday, June 18, 2014

Penyebab Keputihan

Faktor penyebab keputihan

Keputihan merupakan salah satu hal yang sangat mengganggu bagi para wanita. Jika telah memiliki pasangan, kemungkinan penyakit ini juga mengganggu suami Anda. Apa sajakah faktor yang menyebabkan keputihan ini muncul di daerah sensitif Anda? Silahkan simak uraian berikut ini.

Mikroba Penyebab Keputihan

  • Bakteri normal yang berlebihan pada vagina; Disebut pula faktor vaginitis, yaitu pertumbuhan bakteri normal yang berlebihan pada vagina. Dengan gejala, cairan vagina encer, berwarna kuning kehiajuan, berbusa da berbau busuk, vulva agak bengkak, kemerhan, gatal dan meras tidak nyaman, serta nyeri saat berhubungan seksual atau saat kencing.
  • Jamur Candida Albican; Gejalanya adalah keputihan berwarna putih susu, bergumpal seperti susu basi, disertai rasa gatal dan kemerahan pada kelamin dan disekitarnya. Pada keadan normal, jamur ini terdapat di kulit maupun dalam liang kemaluan wanita. Namun, pada keadaan tertentu, jamur ini meluas sehingga menimbulkan keputihan.
  • Bakter / parasit Trichomoniasis Vaginalis; Gejalanya keputihan berwarna kuning atau kehijauan, berbau dan berbusa, kecokelatan seperti susu ovaltin. Biasanya, disertai dengan gejala gatal di bagian labia mayora (bibir kemaluan), nyeri saat kencing, dan terkadang sakit pinggang.

Penyebab Keputihan Lainnya

  1. Keputihan Tumor atau Kanker Kandungan
    Gejala dari munculnya tumor atau kanker di kandungan adalah munculnya cairan yang menyerupai keputihan. Biasanya keputihan disertai bercak darah dan berbau busuk. Jika gejala keputihan tersebut disertai dengan rasa tidak nyaman di perut bagian bawah, terjadi gangguan siklus haid, sering demam, dan badan bertambah kurus, pucat, serta lesu, lemas dan tidak bugar, maka kemungkinan telah terjadi pertumbuhan abnormal di dalam organ kandungan. Apapun penyebabnya keputihan harus diobati, apalagi jika keputihan tersebut adalah bagian dari tanda adanya tumor yang sedang berkembang di dalam tubuh.
    Keputihan yang disertai darah bisa juga muncul akibat polyp di organ kandungan, kemungkinan di rahim atau di leher rahim. Biasanya darah keluar sehabis berhubungan seks atau setelah melakukan penyemprotan vagina (douching).
  2. Keputihan Karena Usia Lanjut
    Keputihan juga biasa muncul pada wanita usia lanjut, bahkan terkadang cairan keputihan keluar disertai darah. Hal ini disebabkan karena lapisan vagina yang menipis seiring bertambahnya usia. Hal yang sama bisa terjadi pada wanita yang belum pubertas, pada wanita pengidap kencing manis, dan mereka-mereka yang sudah memasuki fase menopause. Lapisan selaput lendir vagina pada kelompok wanita tersebut tipis dan mengisut.
  3. Keputihan Akibat Benda Asing di Vagina
    Vagina bagaikan lorong terbuka yang memungkinkan masuknya benda asing ke dalam tubuh. Sisa pembalut, kapas atau mungkin kondom adalah benda-benda asing yang bisa tertinggal di dalam vagina dan menyebabkan terjadinya keputihan. Pada anak perempuan mungkin bisa kemasukan biji kacang, kancing, peniti yang setelah lama tertanam di dalam vagina akan membusuk dan menyebabkan keputihan.
  4. Keputihan Akibat Sering Dibersihkan
    Para wanita sering melakukan kebiasaan yang sebetulnya tidak sehat dalam memperlakukan vagina. Terlalu sering membersihkan vagina dengan bahan antisepsis sesungguhnya tidak menyehatkan. Kuman-kuman yang bermukim di saluran vagina yang hidup damai dan bersifat baik bagi tubuh akan ikut terbunuh oleh antisepsis tersebut. Padahal kuman-kuman itu ikut membantu membentuk suasana asam di sekitar vagina. Vagina bersifat asam untuk mengusir bibit penyakit.
  5. Keputihan Kencing Nanah
    Bila ada riwayat kontak seksual dengan pria yang memiliki penyakit seksual maka keputihan bisa berarti kencing nanah atau gonore. Jika keputihan tidak sembuh-sembuh padahal sudah lama diobati maka ada kemungkinan penyebab keputihan yang diderita adalah akibat tertular penyakit ini. Sama-sama mengeluarkan cairan putih tapi berbeda penyebab dan isinya dan jika diperiksa di laboratorium akan terlihat kuman-kuman kencing nanah di keputihannya.
  6. Keputihan Akibat Penyakit Menular Seksual
    Tidak mudah membedakan keputihan biasa dengan keputihan akibat penyakit kelamin. Ada dua jenis Penyakit Kelamin Seksual (PMS) yang menyerupai keputihan yaitu kencing nanah (gonore) dan chlamydia. Lendir keputihan akibat chlamydia terlihat lebih bening sehingga biasa dianggap keputihan normal. Semua wanita yang punya riwayat hubungan seksual dengan pasangan yang mengidap penyakit kelamin akan menampakkan gejala keputihan dalam hitungan hari sampai minggu. Bentuk lendir keputihan mirip susu jika disebabkan kuman kencing nanah dan bening encer jika disebabkan chlamydia. Keduanya hanya bisa diketahui melalui pemeriksaan laboratorium.

Secara umum, keputihan dapat disebabkan oleh hal-hal berikut ini (sumber:wikipedia):

  • Ketidakseimbangan hormon
  • Gejala suatu penyakit tertentu
  • Rusaknya keseimbangan biologis dan keasaman (ph) lingkungan vagina.
  • Sering memakai tissue saat membasuh bagian kewanitaan, sehabis buang air kecil maupun buang air besar
  • Memakai pakaian dalam yang ketat dari bahan sintetis (bukan katun), sehingga berkeringat dan memudahkan timbulnya jamur
  • Sering menggunakan WC Umum yg kotor
  • Tidak mengganti panty liner
  • Membilas vagina dari arah yang salah, yaitu dari arah anus ke arah depan vagina
  • Sering bertukar celana dalam/handuk dengan orang lain
  • Kurang menjaga kebersihan vagina
  • Kelelahan yang amat sangat
  • Stress
  • Tidak segera mengganti pembalut saat menstruasi
  • Sering membasuh vagina, yang harus dibsuh adalah vulva (bagian yang menggembung) dan bukan vaginanya
  • Tidak mejalani pola hidup sehat (makan tidak teratur, tidak pernah olah raga, tidur kurang)
  • Lingkungan sanitasi yang kotor.
  • Sering mandi berendam dengan air hangat dan panas. Jamur yang menyebabkan keputihan lebih mungkin tumbuh di kondisi hangat.
  • Sering berganti pasangan dalam berhubungan sex
  • Kadar gula darah tinggi
  • Sering menggaruk vagina

Sedangkan dengan memperhatikan cairan yang keluar, kadang-kadang dapat diketahui penyebab keputihan.

  • Infeksi kencing nanah, misalnya, menghasilkan cairan kental, bernanah dan berwarna kuning kehijauan.
  • Keputihan yang disertai bau busuk dapat disebabkan oleh kanker.
  • Keputihan akibat jamur Candida albicans, Keputihan jenis ini memiliki ciri-ciri warna putih seperti susu,cairan kental,  bau tak sedap dan sangat gatal, terkadang dapat menimbulkan radang pada vagina sehingga kelihatan kemerahan.
  • Keputihan akibat bakteri Vaginosis atau Gardnerella, Keputihan jenis ini memiliki ciri-ciri warna abu-abu, tidak terlalu kental,  cairan berbuih, mengeluarkan bau yang amis, dan gatal yang mengganggu.
  • Keputihan akibat parasit Trichomonas vaginalis, Keputihan jenis ini memiliki ciri-ciri warna kehijauan atau kuning,  cairan berbuih dan bau amis, tidak menimbulkan gatal, tetapi saat ditekan, vagina akan terasa sakit. keputihan ini dapat ditularkan melalu hubungan seks yang tidak sehat, perlengkapan kamar mandi atau kloset.
  • Keputihan akibat virus, Keputihan jenis ini dapat diakibatkan oleh virus, HIV, Herpes atau Candyloma. keputihan yang diakibatkan oleh jenis ini dapat memicu kanker rahim, pada keputihan herpes biasanya disertai tanda-tanda herpes seperti luka yang melepuh, sedangkan pada keputihan candyloma disertai tanda-tanda candyloma berupa kutil-kutil yang tumbuh di vagina atau rahim. Penyakit herpes atau candyloma terkadang tidak terdeteksi secara dini, karena umumnya tanda-tandanya tidak mudah terlihat, karena muncul di dalam vagina.

Itulah hal-hal yang dapat menjadi penyebab keputihan. Dengan mengetahui faktor tersebut, semoga Anda bisa lebih menjaga dan merawat organ intim Anda sebaik-baiknya.

No comments:

Post a Comment